Setelah sebelumnya kita membahas tentang tipe influencer berdasarkan niche dan platform, untuk memberjelasnya lagi, kita perlu tahu juga kekuatan dari influencer marketing yang di era social media ini semakin signifikan bertumbuh. Pada dasarnya, influencer tidak terkungkung pada platform tertentu karena dia tahu memilih medium yang tepat sesuai pengaruh yang akan diberikan. Jika si influencer ingin memberikan pengaruh dengan target audience skala nasional, tentu dia akan menggunakan medium seperti televisi, radio atau media cetak nasional.

Sebenarnya influencer ini seperti sebuah mekanisme memberikan pengaruh yang selling point-nya adalah di personal influencer-nya. Di era digital yang mana juga membuat kita semakin harus memilah-milih rekomendasi yang tepat, tidak hanya tergantung pada quantity dari review sebuah produk atau jasa. Tak jarang kita akan lebih mantab ketika kita mendapatkan opini dari orang tertentu yang diakui kompetensinya. Itulah kenapa influencer jadi sosok yang sangat dipertimbangkan dalam proses marketing.

Kekuatan Influencer

Kekuatan influencer terletak pada kemampuan mereka untuk membangun hubungan yang kuat dengan audience. Mereka tidak hanya sekadar mempromosikan produk, tapi juga menciptakan konten yang relevan dan menarik. Misalnya, seorang influencer dengan niche fashion tidak hanya akan memposting foto mengenakan pakaian dari brand tertentu, tetapi juga akan berbagi cerita tentang bagaimana pakaian tersebut membuat mereka merasa percaya diri. Story telling yang menjadi strategi penyampaian pesan mereka inilah yang tidak mengesankan mereka menjual produk, tapi juga menjual pengalaman dan emosi.

Masih mengambil contoh niche fashion, salah satu contoh sukses adalah kampanye marketing yang dilakukan oleh brand Fenty Beauty. Mereka bekerja sama dengan berbagai influencer dari berbagai latar belakang untuk mempromosikan produk mereka. Hasilnya, Fenty Beauty berhasil menjangkau audience yang lebih luas dan menciptakan buzz atau dengung alias bahasa sederhananya adalah viralitas yang signifikan di social media.

Konten Otentik

Salah satu alasan mengapa influencer begitu efektif dalam marketing adalah karena mereka mampu menciptakan konten yang otentik. Konten otentik dan cenderung apa adanya itu terkadang justru disukai oleh audience atau target market dari suatu produk karena terkesan apa adanya. Walaupun untuk para creator atau netizen yang sudah paham bagaimana proses pembuatan sebuah konten, terlebih yang komersil, itu semua ada skenarionya.

Kembali tentang konten yang otentik. Konten yang dihasilkan oleh influencer sering kali terasa lebih personal dan relatable dibandingkan dengan iklan yang diproduksi secara profesional. Kenapa? Tidak sedikit influencer yang muncul dari netizen, warga sipil, kalangan non artis, yang mana ketika muncul, audience merasa tidak ada kesenjangan dari sisi penampilan, gaya hidup, dan hal keseharian. Ini membuat audience merasa lebih terhubung dan lebih mungkin untuk mempercayai rekomendasi yang diberikan.

Misalnya, seorang influencer makanan yang berbagi resep menggunakan produk tertentu akan lebih dipercaya oleh pengikutnya dibandingkan dengan iklan yang hanya menampilkan produk tersebut tanpa konteks. Walaupun si influencer tetap mempersiapkan skenario sebelum memproduksi kontennya, tapi pada akhirnya script, editing, properti, dan aspek pendukung yang akhirnya menjadi output sebuah konten pasti akan berbeda dengan yang diproduksi secara profesional dengan budget yang ideal. Konten yang otentik dan jujur ini menciptakan rasa kepercayaan yang kuat antara influencer dan audience, akhirnya yang terdampak adalah pemilik produk penjualan penjualannya meningkat.

Strategi Memilih Influencer yang Tepat

Menurut sebuah studi oleh Nielsen, 92% konsumen lebih mempercayai rekomendasi dari individu dibandingkan dengan iklan. Ini menunjukkan bahwa kekuatan influencer tidak bisa dianggap remeh. Di titik ini jika kamu adalah pemilik produk atau orang yang membutuhkan influencer, penting untuk mendapatkan influencer dengan karakter yang beririsan dengan karakter produk yang akan dipromosikan. Memilih influencer yang memiliki audience yang relevan dengan target pasar brand adalah langkah kunci dalam menciptakan kampanye marketing yang sukses. Tidak akan berjalan dengan baik ketika kita menjual produk dengan segmen kalangan kota tapi dengan influencer yang aksennya identik dengan kultur tertentu.

Sebagai contoh pemilihan influencer yang tepat, jika sebuah brand olahraga ingin mempromosikan produk mereka, bekerja sama dengan influencer yang memiliki minat dalam kebugaran dan gaya hidup sehat akan lebih efektif dibandingkan dengan influencer yang tidak memiliki keterkaitan dengan produk tersebut. Jika sampai salah memilih influencer yang ternyata tidak sekarakter dengan produknya, siap-siap konten di produk atau di di akun pemilik produk akan disambangi netizen dengan komentar yang tidak ramah.

Selain itu, pemilik brand atau produk juga perlu mempertimbangkan tingkat keterlibatan pengikut dari si influencer. Fakta menariknya, influencer dengan jumlah pengikut yang besar tidak selalu menjamin kesuksesan kampanye. Terkadang, influencer dengan pengikut yang lebih sedikit tetapi memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi dapat memberikan hasil yang lebih baik. Penting melakukan riset sebelum memutuskan untuk bekerja sama dengan influencer.

Kekuatan influencer dalam dunia marketing saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Jumlah pengikut juga terbukti bukan menjadi jaminan sukses menghasilkan transaksi. Pilah pilih influencer yang tepat akan mengoptimalkan kinerja mereka dalam merekomendasikan produk. Dengan memilih influencer yang tepat dan menciptakan konten yang relevan, brand atau produk dapat meningkatkan visibilitas dan kepercayaan di mata konsumen.

Share This

Share This

Share this post with your friends!