Salah satu ciri seorang muslim adalah selalu berkata yang baik atau diam. Selain itu, seorang muslim juga diwajibkan untuk selalu mengutamakan kejujuran. Termasuk dalam bicara dan menyampaikan berita. Lalu, apakah hal tersebut berarti seseorang harus mengatakan semua hal yang didengarnya?

Sayangnya, seorang muslim bukan hanya diharuskan menjaga perkataan dan selalu bersikap jujur saja. Lebih dari itu, seorang muslim juga wajib memiliki kemampuan analisis dan berpikir kritis. Khususnya untuk setiap informasi yang dia dapatkan. Dengan begitu, setiap perkataan yang keluar dari seorang muslim merupakan hal yang baik dan benar saja.

Seorang muslim dilarang untuk membicarakan segala hal yang dia dengar kepada orang lain. Karena hal ini bisa menjadikan seseorang dikatakan melakukan kebohongan. Bahkan, dalam salah satu hadits Nabi SAW disebutkan bahwa Nabi Muhammad bersabda,

Cukuplah seseorang dikatakan berdusta bila menceritakan segala hal yang dia dengar
(HR Muslim dari Hafsh bin ‘Ashim radhiyallahuanhu)

Lalu, apa makna dari hadits tersebut?

1. Peringatan untuk memilah berita yang didengar

Seorang muslim diharuskan untuk memilah berita yang dia dengar sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Jika seorang muslim menerima informasi yang tidak dia tahu dengan baik kebenarannya, maka lebih baik mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu atau menyimpannya untuk diri sendiri saja.

2. Tidak semua kabar adalah kabar yang benar

Dalam beberapa kondisi, seseorang tidak dapat mengatur informasi apa saja yang akan dia dengar. Sebagian informasi tersebut bisa jadi benar, namun tentu saja ada juga informasi yang bohong. Jika seseorang menyampaikan semua yang dia dengar, secara tidak langsung dia juga menyampaikan kebohongan. Dengan begitu, orang tersebut bisa disebut sebagai pembohong.

3. Seorang muslim bertanggung jawab atas informasi yang dia sampaikan

Ketidaktahuan atas benar atau tidaknya suatu informasi tidak bisa dijadikan alasan untuk lepas dari tanggung jawab. Seseorang memiliki kemampuan untuk mengatur apa saja informasi yang akan dia sampaikan kepada orang lain dan yang akan dia simpan.

Jika seorang muslim mendapatkan informasi yang tidak dia ketahui kebenarannya, maka dianjurkan untuk mencari tahu terlebih dahulu sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Hal ini juga menjadi salah satu bentuk tanggung jawab atas setiap perkataan dan informasi yang kita sampaikan kepada orang lain.

Saat ini, berita – berita bisa dengan mudah didapatkan dari mana saja. Baik berita benar ataupun berita dusta atau hoax. Karena itu, sebelum seorang muslim menyampaikan suatu berita, sudah semestinya dia melakukan cross check dulu sebelum meneruskannya kepada orang lain.

Hal ini bukan saja menjaga diri dari predikat pendusta, tapi juga menjaga orang lain dari informasi yang salah dan bahkan bisa membahayakan.

Share This

Share This

Share this post with your friends!