Memposisikan diri menjadi entitas atau individu yang trustable dan knowledgable memang jadi checkpoint pertama di dunia digital. Mungkin itulah yang menjadikan sebuah pengakuan secara digital menjadi komoditi. Dulunya centang biru sebagai tanda bahwa account tertentu valid, otentik, dan terpercaya, tentunya dengan syarat tertentu. Kini status verified itu diperjual belikan, secara langganan, dikomersilkan. Jika sebelumnya kita ketahui ada Twitter Blue yang merupakan verified program kepunyaan twitter, kini Meta (yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp) juga merilis hal yang sama bernama Meta Verified.

Tanda Verifikasi

Tanda verifikasi alias meta verified alias centang biru masih menjadi euforia para pemilik akun yang memang mengejar eksistensi dan pengakuan. Bahwa sebenarnya centang biru menunjukkan otentifikasi si akun atau sederhananya adalah pemilik akun yang verified adalah akun asli, akun lainnya adalah cloning. Mendapatkannyapun ada syaratnya:

  • memiliki jumlah pengikut yang signifikan
  • memiliki reputasi baik
  • memenuhi pedoman dan kebijakan yang ditetapkan oleh Meta

Jika sudah memenuhi syarat, barulah langkah terakhirnya adalah mengajukan permohonan untuk menjadi Meta Verified.

Prioritas Dukungan

Untuk pemilik akun yang memang secara profesional berkarya di dunia maya lewat social media, hal teknis yang di luar kendalinya akan lebih nyaman jika mendapatkan dukungan cepat. Tanda verified account menjadi indikator untuk perusahaan Meta, memberikan prioritas dukungan dari jika terjadi masalah teknis atau administratif dengan akun verified. Jadi bukan sekedar embel-embel tanda centang biru, di baliknya ada prioritas dukungan.

Fitur Tambahan

Siapa bilang verified account hanya status. Pemilik akun terverifikasi dapat mengakses fitur dan tools tambahan yang tidak tersedia untuk akun biasa, seperti fitur analitik yang lebih lengkap dan alat pengelolaan iklan yang lebih canggih. 2 hal itu yang paling terasa karena dengan hidup dari social media, para pemilik akun harus “stay relevant” dengan pasar atau audience. Dengan mengetahui data yang detail tentang audience-nya seperti:

  • Range umur
  • Jenis kelamin
  • Lokasi akses: negara dan kota
  • Sampai dengan status audience: sudah follower atau bukan?

Begitu juga dengan beriklan, dengan mengetahui kebiasaan dari audience, lebih memudahkan mentargetkan audience yang super spesifik. Misal ingin mentargetkan para pecinta sepakbola, masih terasa umum, tapi jika sampai bisa tahu tentang fans klub tertentu, jelas lebih menguntungkan ketika melakukan marketing campaign.

Keuntungan Bisnis

Akun publik yang terverifikasi dapat meningkatkan kepercayaan dan reputasi bisnis atau brand. Bukan tanpa alasan platform Meta memberikan tarif untuk verified account, mereka paham tentang jargon seputar branding seperti “you must spend money to make money”. Hal kecil seperti pembubuhan icon centang biru sedang dan akan menjadi hal yang lumrah dilakukan untuk brang (baik personal, product ataupun corporate) yang serius eksis dan berkarya di social media. Sellain juga dapat membantu meningkatkan daya tarik dan loyalitas pelanggan.

Penting untuk dicatat bahwa Meta Verified bukanlah jaminan keamanan atau keandalan penuh dari akun yang terverifikasi. Akun yang terverifikasi masih dapat terkena serangan atau tindakan yang tidak sah, oleh karena itu pengguna tetap harus berhati-hati dan waspada saat menggunakan social media, apalagi sekarang verified account bisa dibeli.

Share This

Share This

Share this post with your friends!