Aktif menggunakan media sosial? Masih tentunya ya, apalagi untuk mendapatkan tidak cuma melepas penat, tapi banyak konten pengetahuan yang membuat kita semakin kayak ilmu. Tapi, aktif menggunakan TikTok juga nggak?

Teknologi, konten, dan konotasi. 3 hal itu yang sepertinya selalu terlintas ketika ingin mengadopsi aplikasi baru yang setiap hari selalu aja ada yang baru. Sebelum ke TikTok, flash back sebentar tentang messenger atau aplikasi chat. Siapa yang dulu tidak pakai yahoo messenger atau blackberry messenger? Sudah jadi aplikasi wajib ya, dan ketika berpindah ke WhatsApp, Line, Telegram, dan lainnya yang muncul lebih baru, tidak ada masalah kan?

Tapi kenapa orang enggan, tidak jadi, atau bahkan stop menggunakan TikTok? Salah aplikasinyakah?

Untuk yang belum menggunakan TikTok, aplikasi ini adalah media sosial dengan mengkhususkan kontennya hanya berformat video. Dirilis pertama pada September 2016. Pada 10 November 2017 mengakuisisi aplikasi Musical.ly yang menjadi DNA bagus untuk TikTok yang pada akhirnya melebur menjadi satu brand bernama TikTok pada 2 Agustus 2018.

Semakin powerfull secara teknologi, TikTok semakin hari semakin nge-trend. Terkbukti berdasarkan riset data wearesocial.com yang dihimpun dari berbagai sumber terpercaya, di awal 2021 (Januari) TikTok adalah aplikasi paling banyak di-download di Indonesia, disusul 3 aplikasi milik meta: facebook, instagram, dan whatsapp.

Kembali ke pertanyaan, apakah perlu atau tidak TikTok? Dijawab lagi dengan pertanyaan “Apakah ada kebermanfaatannya buat kamu?”. Pada akhirnya penentuannya adalah konten apa yang akan dicari dan dikonsumsi. Ada banyak juga postingan ceramah bahkan live ceramah di TikTok. Yang membuat menjadi enggan adalah konotasi yang kurang baik karena sering terpapar konten TikTok yang kebetulan isinya yang kurang sesuai manfaatnya buat kita.

Secara teknologi bisa dibilang bagus, gratis pula. Secara konten, sangat beragam. Secara konotasi, inilah yang yang membuat orang skeptis. Selama kita pintar memilah dan memilih konten yang tepat, platform media sosial akan terus memberikan kita rekomendasi konten tersebut.

Jadi, perlukah download TikTok?

Share This

Share This

Share this post with your friends!