“Berapa megapixel?” menjadi pertanyaan yang lazim ditanyakan ketika berbicara soal kamera di smartphone. Apakah besaran megapixel menjadi patokan sebuah jepretan dijamin bagus? Secara teknis bisa dibilang tidak, jika ditanyakan ke fotografer profesional juga jawabannya belum tentu jaminan, karena kembali lagi ke man behind the camera. Tapi kita kesampingkan soal skill dan bakal fotografi, kita kupas teknologi-teknologi-teknologi di kamera smartphone jaman sekarang.

Sebelumnya, kita liat daftar smartphone dengan kualitas kamera terbaik berdasarkan DXOMARK. DXOMARK sendiri adalah sebuah website yang mengkhususkan kontennya me-review dengan detail kamera smartphone. Karena spesialisasinya di me-review kamera smartphone, website ini sering jadi rujukan. Berikut TOP 10 kamera terbaik versi DXOMARK:

High Dynamic Range (HDR)

Untuk kamu yang suka meng-edit fotomu, fitur ini jadi andalan dan sangat membantu. Dalam sebuah foto selalu ada bagian foto yang paling terang dan bagian yang paling gelap, HDR inilah yang berfungsi menyeimbangkan area gelap dan terang di gambar atau foto secara software. Jadi, tidak sembarang foto bisa bagus ketika di-edit, itulah kenapa jika kita meng-edit foto-foto jaman dulu yang belum ada teknologi HDR, prosesnya tidak semudah dibanding foot yang dihasilkan dari lensa kamera dengan teknologi ini.

Dual LED Flash

Bisa jadi ini fitur yang jarang kamu digunakan, tapi percayalah disematkannya flash ini ada fungsinya, bukan sekedar digunakan untuk senter atau lampu penerangan. Di awal kemunculan handphone berkamera, jarang yang menyematkan flash. Sekarang, sudah banyak yang menggunakan flash, dual alias dua buah pula. Jika ditanya gunanya, jelas untuk menerangi objek ketinggal mengambil gambar, tapi kenapa harus 2? Dengan memiliki dual flash, jangkauan dari cahaya akan lebih jauh sampai 1,4 kali dari smartphone dengan 1 flash. Bahkan ada yang menggunakan 3 buah LED flash yang pastinya semakin jauh jangkauan cahayanya sampai 1,7 kali smartphone dengan 1 led flash.

OIS dan EIS

OIS (Optical Image Stabilization) dan EIS (Electronic Image Stabilization) dari namanya saja sudah menggambarkan fungsinya, keduanya sama-sama ingin menghadirkan gambar yang stabil khususnya video. Pasti kita tidak ingin mempunyai hasil video yang shaky atau bergetar. Dengan 2 teknologi ini memungkinkan kita mendapat hasil yang optimal. Perbedaan keduanya ada pada mekanisme stabilisasinya. OIS bekerja menggunakan mikro-elektromekanis yang mendeteksi gerakan dan menstabilkannya. EIS melakukan stabilisasinya bukan secara mekanik atau hardware seperti OIS, melainkan menggunakan software dengan algoritma tertentu yang mendeteksi gerakan kemudian menstabilkannya.

4K Resolution

Buat kamu penikmat video, tentu sudah tidak asing dengan istilah 4K. 4K sendiri sebenarnya adalah ersolusi sebuah media dengan rentang horizontal sakitar 4.000 pixel. Umumnya resolusi baik video atau gambar 4K adalah 3840 pixel x 2160 pixel. APa keunggulannya? Jelas semakin tinggi resolusinya, semakin banyak jumlah pixel-nya, secara kualitas sering kita sebutkan dengan “gambarnya bagus, tidak pecah”. Ketika kamu ingin memotong sebagian atau zoom foto atau video, kualitasnya relatif akan tetap terjaga bagus. Bahkan yang terbaru sudah ada beberapa smartphone yang rilis dengan fitur kamera 8K, artinya 2x lebih bagus dari 4K.

Panorama

Satu ini yang paling familiar karena fitur yang sebenarnya sudah lama. Secara konsep, panorama adalah menggabungkan beberapa foto secara horizontal menjadi sebuah foto yang memanjang atau melebar. Panorama ini biasa digunakan untuk merekam pemandangan alam atau obyek lain yang tampak lebih utuh dan bermakna ketika tampilannya luas. Perbedaan panorama di kamera jaman sekarang dan dulu tentu di kualitasnya. Hasil jepretan panorama kamera smartphone jaman sekarang sudah minim distorsi dan resolusinya tinggi.

5 teknologi kamera di atas jelas ditopang oleh hardware dan software yang canggih pula. Tidak hanya mengandalkan piranti lensa, tapi juga prosessor, GPU (Graphics Processing Unit) sampai dengan sistem operasi. Seperti yang kita tahu juga, kebanyakan kamera sekarang juga sudah terbekali dengan fitur AI (Artificial Intelligence), banyak tangkapan kamera yangmemberikan informasi secara real-time yang tidak bisa dilakukan kamera jaman dulu seperti mendeteksi jenis kelamin, usia orang dari wajahnya, kondisi emosi (senang atau sedih). Tapi ingat, kamu juga harus membekali smartphone-mu dengan penyimpanan yang besar juga, karena umumnya semakin bagus kualitas jepretan kamera juga berdampak ke ukuran file yang juga besar.

Share This

Share This

Share this post with your friends!