Memanjatkan doa adalah hal utama yang dilakukan tiap muslim dalam segala hal. Sering kita dengar saat berdoa, bahwa salah satu harapan yang diinginkan adalah untuk mendapatkan syafaat. Sebetulnya, apa yang dimaksud syafaat?
Menurut Syekh Muhammad ibn ‘Ali, syafaat adalah permohonan yang disampaikan dengan kerendahan hati untuk berbuat baik. Permohonan itu juga dipanjatkan Rasulullah SAW kepada Allah untuk membela umatnya bahkan seluruh makhluk.
Imam Al-Nawawi membagi syafaat menjadi lima. Pertama, syafaat uzhma. Syafaat ini hanya dimiliki oleh Rasulullah untuk memberikan keringanan dan ketenangan bagi seluruh makhluk, dari kekhawatiran di padang mahsyar. Kedua adalah syafaat yang memasukkan suatu kaum ke surga tanpa hisab. Ada pula syafaat bagi kaum yang sudah divonis masuk neraka, syafaat bagi kaum yang telah masuk neraka, dan yang terakhir adalah syafaat untuk menambah derajat para penghuni surga.
Syekh Al-Baijuri menjelaskan bahwa ada pula syafaat Rasulullah SAW untuk meringankan siksa sejumlah orang kafir. Menurutnya, syafaat Rasulullah SAW ini dimaksudkan antara lain untuk pamannya, Abu Thalib:
ومنها شفاعته في تخفيف العذاب عن بعض الكافرين كعمه أبي طالب على القول بأن الله لم يحيه فآمن به صلى الله عليه وسلم وهو المشهور والذي يحب أهل البيت يقول بأن الله أحياه وآمن به صلى الله عليه وسلم والله قادر على كل شيء
Di antaranya adalah syafaat Rasulullah SAW dalam meringankan siksa dari sejumlah orang kafir seperti pamannya, Abu Thalib, yang menurut satu pendapat ulama, Allah tidak menghidupkannya kembali agar ia beriman. Ini pendapat masyhur. Sementara para pecinta ahlul bait berpendapat Allah menghidupkan kembali Abu Thalib, lalu ia beriman kepada Rasulullah. Allah kuasa atas segala sesuatu,
(Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri ala Matnil Burdah, [Surabaya, Al-Hidayah], halaman 23)
Hal lain yang dapat memberikan syafaat kepada kita adalah Al-qur’an. Nabi menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak membaca Al-qur’an agar kelak mendapatkan syafaat Al-qur’an, sebagaimana Nabi bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.
(Imam Muslim, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya’ Ihya’ al-Turats al-Arabi, tt, juz 1, hal. 553).