Kegiatan belajar yang ada di sekolah yang dominan adalah kegiatan belajar formal di dalam kelas. Kegiatan tersebut akan menunjang kemampuan siswa secara akademik sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Namun, ada pula kegiatan lain di sekolah selain hal tersebut yaitu ekstrakurikuler. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang berada di luar program yang tertulis di dalam kurikulum, seperti pelatihan kepemimpinan dan pembinaan siswa.

Jenis ekstrakurikuler pada tiap sekolah tentulah beda. Namun, beberapa ekstrakurikuler yang biasa ada di sekolah dan dapat dipilih siswa untuk diikuti adalah Pramuka, Palang Merah Remaja, Karya Ilmiah Remaja, Paskibra, Pecinta Alam, hingga ekstrakurikuler menari dan mading. Biasanya, siswa akan memilih ekstrakurikuler yang akan diikuti hanya berdasarkan kesukaan. Padahal, pemilihan ekstrakurikuler dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan di luar pelajaran formal.

Ada beberapa cara yang perlu dicoba dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler agar dapat meningkatkan kemampuan siswa, misalnya dengan mengetahui terlebih dahulu tentu minat. Minat adalah keinginan pada suatu bidang untuk coba dilakukan dan digeluti. Untuk mengetahui minat, anak dapat mengamati pola aktivitas yang dilakukan sehari-sehari. Apa aktivitas yang paling sering dilakukan dengan senang hati hingga lupa waktu? Dengan menjawab pertanyaan tersebut, anak akan dapat mengetahui keinginan atau kecenderungan kita pada suatu hal. Nah, ekstrakurikuler dapat menjadi wadah pengembangan minat bagi siswa.

Selanjutnya adalah cita-cita. Ada banyak anak yang memiliki cita-cita besar, tetapi ia belum pernah mencoba mempelajarinya karena terbatas pengetahuan dan sarananya. Pada ekstrakurikuler yang di fasilitasi sekolah, siswa dapat mulai mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan cita-citanya sehingga ia lebih memiliki semangat mewujudkan cita-citanya.

Menyadari potensi atau bakat juga merupakan cara yang dapat digunakan dalam memilih ekstrakurikuler. Sebagian anak ada yang belum menyadari potensi atau bakatnya pada sebuah hal karena ia terbelenggu pada zona nyaman dan cenderung takut pada tantangan. Padahal, potenti atau bakat dapat ditemukan dengan cara memberanikan diri mencoba hal baru. Lewat ekstrakurikuler, siswa dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mencoba menggali potensi dan bakat di bidang-bidang tertentu.

Banyak anak belum menyadari bahwa ekstrakurikuler dapat menjadi jembatan dalam meraih kesuksesan besar. Tiga cara di atas dapat coba dilakukan, agar ke depannya siswa dapat memilih ekstrakurikuler yang tepat dan memiliki output baik di kemudian hari.

Share This

Share This

Share this post with your friends!