Tahukah kamu aplikasi on demand atau marketplace seperti tokopedia, gojek, shopee, grab, bahkan social mediapun itu memanfaatkan strategi yang bernama User Generated Content (UGC)? Apa itu UGC? Ada 2 istilah yang akan menjelaskan: User Generated dan Content. Semuanya tentang pembuatan dan pendistribusian konten yang publisher-nya bukan dari platform-nya sendiri melainkan user alias pengguna platform-nya.

Gojek, semua data driver itu adalah inputan data dari para driver saat melamar dulu. Gofood, semua data resto dan menupun juga dari restoran dan cafe yang menjadi partner. Tokopedia, semua toko, etalase sampai produknya diisi sendiri oleh para pemilik toko, bukan inisiatif dari Tokopedia sebagai platform. Lalu bagaimana dengan social media? Sudah jelas, justru kitalah yang membantu platform berkembang dengan konten-konten yang di-upload para penggunanya. Itulah kenapa namanya User-Generated Content, user men-generate content yang mengisi sebuah platform sehingga platform tersebut semakin banyak pengguna dan ramai digunakan. Lalu apa pentingnya kita menggunakan teknik UGC?

Menciptakan Audience yang Loyal

Audience loyal bisa dibilang sebagai indikator kita punya produk (fisik atau digital) yang bagus. Kenapa bisa dibilang begitu? Karena kita mempunyai customer yang notabene adalah bukan pemilik atau tim internal dari sebuah usaha, tapi dia dengan volume tertentu dan rutin men-support dengan terus mengkonsumsi produk kita dan menjadi pasukan sigap kita ketika ada respons negative terhadap brand kita.

Sebagai Social Proof

Membuktikan bahwa brand atau produk yang kita berikan bisa membawa dampak positif bagi konsumennya. Secara tidak langsung ini menaikkan kredibilitas brand kita, sehingga orang-orang di sekitar konsumen kita akan terpapar dan kemungkinan untuk memperluas keterjangkauan brand kita akan semakin cepat.

Membuat Brand Lebih Terpercaya

Berdasarkan data dari adweek.com yang menyampaikan data menarik terkait UGC yaitu hampir separuh generasi milenial (tepatnya 47%) dan 36% generasi baby boomers percaya pada UGC. Bagaimana tidak, digital authority sebuah brand akan nampak jelas ketika banyak konten positif menghiasi seluruh social media. Bayangkan kamu sebagai brand owner melihat social media banyak konten-konten tentang produkmu dan sebagian besar bernada positif.

Memperkaya Variasi Konten

Sebagai pemilik brand tentu kita tidak melulu membuat konten promosi yang sifatnya langsung berjualan, entah itu soft selling atau hard selling. Kita juga harus mempersiapkan konten yang sifatnya edukatif, entertainment, dan konten non-profit lainnya. Dengan UGC, kita secara langsung dibantu customer kita sendiri membuat konten tersebut.

Menjadi Channel Komunikasi Ampuh Dengan Audience

Karena UGC datangnya dari external, maka konten yang muncul akan lebih objective. Dengan begitu, audience yang masih belum menjadi customer alias belum menggunakan produk kita merasa lebih terbuka ketika ingin tahu produk tertentu karena tidak semua orang mau dan berani terbuka berkomunikasi dengan brand. Tapi untuk brand sendiri bisa memanfaatkannya dengan masuk ke dialog-dialog di konten orang lain yang membuat konten tentang produk kita sebagai bukti kehadiran dan bentuk social media engagement kita.

Semakin masivnya konten dari user menjadi indikator sebuah brand semakin disukai dan banyak loyalisnya. Brand yang mempunyai loyalis yang banyak menjadi sangat powerful karena seperti mempunyai pasukan body guard. Karena ketika ada orang yang melakukan hate speech, black campaign, atau hal lain yang tujuannya menyerang dan menjatuhkan brand kita, ada satu pleton pasukan yang dengan sukarela akan membela brand kita.

Ketika brand-mu naik karena masivnya user generated content, kamu sudah tidak akan terlalu pusing untuk memikirkan konten, karena audience-pun bisa jadi konten. Tinggal bagaimana kamu me-maintain brand kamu agar selalu memberikan value, dampak positif, pencapaian-pencapaian, inovasi baru yang membuatmu selalu menarik untuk diperbincangkan dan dibuat konten.

Share This

Share This

Share this post with your friends!