Bulan Ramadan belum lama usai. Kita berharap semoga suasana dan semangatnya pun masih terasa sampai sekarang dan seterusnya. Hingga kelak, Allah pertemukan kita lagi dengan Ramadan tahun depan. Maka penting bagi kita untuk berdoa kepada Allah agar diampuni dosa sebelumnya, diterima amal ibadah kita dan dipertemukan dengan Ramadan tahun depan.
Salah satu amalan andalan di bulan Ramadan adalah meningkatkan tilawah Al-Quran. Baik di pagi, siang, ataupun malam hari. Banyak di antara kita yang mungkin bisa khatam Al-Quran minimal sekali, atau mungkin dua kali selama bulan Ramadan. Bahkan bagi Imam Syafi’i bisa mencapai 60 kali dalam bulan Ramadan.
Mungkin sulit bagi kita untuk meniru amalan Imam Syafi’i untuk khatam Al-Quran 60 kali dalam waktu satu bulan saja. Tapi setidaknya, kita harus bisa menargetkan minimal dalam 40 hari khatam Al-Quran. Kenapa 40 hari? Memang tidak ada angka pasti. Ini hanyalah angka yang dipesankan oleh seorang ulama bernama Al-Qurthubi rahimahullah:
“Waktu 40 hari itu adalah waktunya para pemalas dan banyak kesibukan.”
Gerakan One Day One Juz yang sudah hadir dalam beberapa tahun belakangan seharusnya bisa menjadi pemacu semangat bagi kita untuk istiqomah dalam kuantitas bacaan Al-Quran. Tapi jangan hanya merasa cukup dengan banyaknya bacaan Al-Quran saja. Penting juga bagi kita untuk memperbaiki bacaan Al-Quran, sekaligus berproses untuk memaknai bacaan Al-Quran itu sendiri.
Coba tantang diri untuk melakukan One Day One Ayat saja. Tentu bukan hanya membaca satu ayat secara tekstual saja. Tapi juga menadabburi atau setidaknya membaca artinya secara perlahan.
Seperti yang ditulis di artikel Tadabbur Quran dalam Keseharian. Ustadz Faris BQ dalam kajiannya menyampaikan, ada 3 tingkatan membaca Al-quran.
- Tarjamah – membaca terjemahannya
- Tafsir – memahami apa makna yang terkandung
- Takwil – memasang makna lain dengan pendekatan kontekstual
Jika biasanya kita sudah membaca One Day One Juz, coba tambahkan waktu untuk tadabbur One Day One Ayat saja. Bahkan sekiranya jika One Day One Juz terasa hampa hanya karena mengejar setoran saja, tidak ada salahnya untuk mengurangi sedikit kuantitas bacaan lalu diganti dengan menadabburi One Day One Ayat. Semoga Allah pun hitung usaha kita sebagai upaya pendekatan kepada Al-Quran.
One Day One Ayat bisa dilakukan dengan beberapa cara.
Pertama, memulai bacaan dari ayat pertama Al-Quran. Cara seperti ini membuat Anda memiliki dua bacaan. Bacaan pertama membaca ayat secara normal. Bacaan kedua membaca arti perlahan. Misalkan membaca Juz 3 sampai habis di hari pertama. Di hari yang sama Anda hanya membaca 1 ayat di juz 3. Ada dua penanda yang Anda berikan.
Kedua, membaca random salah satu dari ayat yang dibaca. Misalkan saat Anda membaca Juz 20. Pilih salah satu dari ayat di juz 20 untuk dibaca artinya dan dimaknai dengan hati.
Ketiga, mengikuti kajian tadabbur Quran. Walaupun kondisi pandemi seperti sekarang ini, stok kajian yang bisa kita pelajari tidak akan pernah habis. AQL Islamic Center adalah salah satu channel yang biasanya menghadirkan kajian tadabbur Al-Quran. Untuk channel luar negeri, Anda bisa mendengarkan di channel Nouman Ali Khan Indonesia yang sudah diberikan subtitle Indonesia. Dalam channel tersebut, Nouman Ali Khan biasanya memilih ayat terpilih untuk ditadabburi bersama.
Cobalah lakukan One Day One Ayat. Tiga cara tadi bisa digunakan. Semoga dengan membaca arti dan menadabburi Al-Quran, hati kita pun semakin dekat dengan Al-Quran dan dipahamkan atas pesan cinta yang Allah berikan melalui ayat-Nya.