Apa yang biasanya Anda lakukan di malam hari sebelum tidur?
Pertanyaan serupa. Apa yang Anda lakukan di pagi hari setelah bangun tidur?
Setiap dari kita pasti punya kebiasaan tersendiri di waktu tertentu. Termasuk di pagi dan malam. Berdoa tentu kebiasaan rutin yang tak boleh ditinggalkan. Apalagi sebagai Muslim yang butuh dan sangat butuh dengan Allah. Karena berdoa adalah sarana penghubung manusia dengan Sang Pencipta. Waktu khusus yang disediakan agar hati terkoneksi langsung dengan seutuhnya.
Selain berdoa, ada alternatif lain yang bisa dilakukan di pagi dan malam hari. Aktivitas yang bernilai kebaikan juga. Apa itu? Menulis jurnal harian.
“Wah menulis jurnal harian? Sulit banget. Pas skripsi saya bikin jurnal udah kewalahan.”
Tunggu dulu. Jurnal harian bukanlah tulisan yang harus ilmiah seperti skripsi. Memang, ada jurnal ilmiah ditulis secara akademis dan bernilai kredit poin tertentu. Tapi jurnal harian yang dimaksud di sini adalah diari harian.
“Diari harian yang seperti dear diary gitu?”
Tidak juga. Memang ada mereka yang terbiasa menulis diari dengan format dear diary. Biasanya ditulis oleh anak perempuan di diarinya. Tapi diari di sini adalah buku yang dikhusukan untuk menulis harian. Menulis apa pun. Tujuannya pun bermacam-macam. Bisa menjadi self healing, pengingat, bahkan draft naskah pribadi.
“Wah menarik. Tapi apa ya yang harus ditulis di jurnal harian? Kan sulit juga jika harus menulis setiap hari.”
Ada banyak ide yang bisa Anda tuliskan setiap harinya. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Jurnal Syukur
Bersyukur adalah perintah yang tertulis jelas dalam Al-Qur’an. Tapi banyak yang membatasi syukur sebagai ucapan alhamdulillah saja. Tentu, ucapan alhamdulillah yang dilakukan dengan sepenuh hati penting sekali. Memberikan pengingat bagi kita bahwa apa-apa yang kita terima adalah karena kemurahan Allah. Dan segala puji hanya kepada Allah, bukan bagi kita manusia.
Menulis jurnal syukur adalah cara lain untuk bersyukur. Tanpa melupakan esensi dzikir alhamdullah, jurnal syukur bisa dimanfaatkan. Bisa dengan memulai tulisan dengan “alhamdulillah” lalu disambung dengan hal apa yang disyukuiri. Misal: “alhamdulillah, suasana di kantor hari ini menyenangkan sekali.”
Coba deh biasakan menulis jurnal syukur. Tuliskan minimal 3 hal yang Anda syukuri setiap harinya. Kelak apakah ada keajaiban atau tidak, biarlah tetap menjadi rahasia. Tapi yang jelas, ada manfaat yang dirasa oleh yang melakukan. Apa itu? Menjadi hamba yang bersyukur adalah salah satunya. Bukankah menjadi hamba yang bersyukur termasuk manfaat dan menjadi hamba yang kufur termasuk maksiat?
Yuk mulai menulis jurnal syukur. Tulis setiap hari 3 hal yang disyukuri ya. Lanjutkan saja daftar berkut
- Alhamdulillah, hari ini …
- Alhamdulillah, hari ini …
- Alhamdulillah, hari ini …
2. Belajar Apa Hari Ini?
Belajar adalah kebutuhan sepanjang usia, bukan semasa sekolah formal saja. Belajar pun tidak harus dibatasi dengan adanya guru, murid, dan ruang kelas saja. Bukankah alam yang luas ini adalah guru bagi mereka yang berpikir? Bukankah alam semesta ini adalah ayat kauniyah yang harus ditadabburi ciptaannya? Bukankah apa-apa yang diciptakan tidak akan bernilai sia-sia?
Setiap hari kita pasti belajar. Bisa dengan mendapatkan ilmu baru, pengalaman baru, atau perspektif baru. Maka apa-apa yang dipelajari, catatlah di jurnal harian. Seperti halnya pesan bijak, ikatlah ilmu dengan menulisnya. Karena kita adalah manusia yang pelupa, hal yang dirasa penting dan bermakna pun tetap ada potensi lupa.
3. Menulis Random
Ada banyak inspirasi lain apa yang bisa ditulis setiap harinya. Dua contoh di atas hanyalah beberapa saja. Tapi bisa jadi, dari sekian banyak inspirasi dan tips, ada kalanya kita tidak tahu lagi harus menulis apa. Jika sudah berada pada fase tersebut, maka menulis random saja. Menulis bebas.
Tulis apa pun yang ada dalam pikiran. Kegelisahan, rasa penasaran, pertanyaan, apa pun. Mulai saja dengan kata pemancing seperti:
- Hari ini saya … (lanjut dengan apa yang dipelajari)
- Duh, bingung harus nulis apa lagi. Tapi… (lanjut dengan kalimat apa pun)
- Quote (bisa dengan memulai berupa quote, lalu kaitkan dengan apa yang terjadi hari ini)
Menulislah rutin setiap hari. Karena yang didapat bukan hanya manfaat bagi diri, tapi pembaca walau mungkin tanpa kita sadari.