Idulfirti kerap dikaitkan sebagai hari kemenangan. Tapi pernahkah kita mempertanyakan pada diri sendiri, kita menang atas apa? Apakah karena hanya sudah melakukan puasa tanpa henti?
Tiap tahun kita lewati Idul fitri. Tentu setiap tahun pasti ada kesan tersendiri. Misalkan momen pertemuan keluarga. Bagi sebagian yang lain juga memberi kesan tersendiri karena bisa jadi dia jauh di perantauan dan tidak bisa pulang.
Idulfitri memang istimewa. Tapi sudahkah Idul fitri kita benar-benar sebagai hari kemenangan? Adakah makna dalam Idulfitri yang kita lewati?
Agar Idulfitri yang kita jalani memberikan makna, coba lakukan 3 tips kreatif berikut.
1. Evaluasi Pencapaian Ramadan
Idulfitri jatuh pada 1 Syawal. Sebelum Syawal, ada Ramadan yang dilewati. Selama 1 bulan penuh Ramadan yang merupakan momen bertaburan pahala, sudah sejauh apa pencapaian kita?
Penting bagi kita untuk mengevaluasi Ramadan. Jangan sampai setiap tahun hanya begitu-begitu saja. Hanya sebatas yang penting puasa tiada henti, tarawih tidak pernah tinggal dan membayar zakat sebelum fitrah. Kalaulah hanya begitu setiap tahunnya, apa yang istimewa? Pantaskah kita menyebut diri menang jika pencapaiannya begitu-begitu saja setiap tahunnya?
Coba deh evaluasi Ramadan sebelum Idul fitri. Agar kelak di tahun depan bisa lebih baik lagi. Buku Wujudkan Ramadan Terbaikmu karya Ustadz Akmal Sjafril bisa menjadi salah satu referensi.
2. “Bersih-bersih” Lemari
Idulfitri yang juga disebut dengan lebaran kerap dikaitkan dengan serba baru. Mulai dari cat rumah baru, korden baru, dan yang paling umum adalah pakaian baru.
Tentang pakaian baru. Jika setiap lebaran bertambah pakaian baru ke dalam lemari, adakah pakaian yang keluar dari lemari?
“Yah untuk apa. Itu kan pakaian kesayangan.”
Jangan hanya karena alasan kesayangan, kita menumpuk barang hingga akhirnya menjadi koleksi yang tidak bermanfaat. Coba bersih-bersih lemari. Karena di luar sana, banyak mereka yang tidak mendapatkan keistimewaan serba baru. Bagus jika kita bisa membantu membelikan pakaian baru bagi mereka. Ditambah dengan bersih-bersih lemari, semoga bisa menjadi peringan hisab bagi kita di akhirat kelak atas suatu hal yang tidak digunakan.
Coba bayangkan saja jika pakaian yang kita berikan malah mereka gunakan untuk kebaiakn seperti shalat berjamaah. Pahalanya insya Allah mengalir. Tapi jika didiamkan di lemari, jangankan pahala yang mengalir, malah jamur yang tumbuh.
3. Bagi-bagi THR Kreatif
THR adalah budaya yang sepertinya tidak akan ditinggalkan setiap Idulfitri. Bukan hanya bagi dari perusahaan ke karyawan, sesama saudara pun saling memberi THR.
Bagi sesama saudara, biasanya THR diberikan kepada anak kecil. Biasanya begitu. Nah, coba tantang mereka dengan hafalan Al-Quran. Misalkan 1 surah dapat 5 ribu dan berlaku kelipatan. Jika dia bisa dapat 10 surah, bisa dapat 50 ribu. Cara ini bisa menjadi motivasi bagi mereka. Tentu dengan diberikan edukasi juga bahwa ini hanya bonus. Hadiah utamanya yang akan Allah berikan adalah surga bersama sekeluarga.
Semoga kita bisa melewati Idulfitri yang bermakna ya. Bukan hanya rutinitas yang berlalu begitu saja.