Sebagai umat islam, maka seseorang diharuskan menjalankan shalat wajib 5 waktu dalam satu hari. Namun, di samping shalat wajib, ada juga shalat Sunnah yang utama dan sangat dianjurkan untuk dilakukan. Salah satunya adalah shalat di waktu malam. Yang juga sering disebut sebagai shalat tahajud atau qiyamul lain.
Mengenai shalat tahajud atau shalat qiyamul lail ada pertanyaan yang umum ditanyakan oleh banyak orang. Yaitu apakah shalat tahajud atau shalat qiyamul lail wajib tidur dulu atau bisa dilakukan tanpa tidur terlebih dahulu.
Pada dasarnya, ada dua pendapat mengenai hal ini yang menarik untuk diketahui. Pendapat pertama mengatakan bahwa shalat tahajud harus dilakukan dengan tidur dulu, sedangkan yang lainnya mengatakan bahwa shalat tahajud bisa dilakukan tanpa tidur terlebih dahulu.
Tahajud Harus Tidur Dulu
Pendapat pertama mengatakan bahwa shalat tahajud baru dapat dilakukan jika sudah tidur terlebih dahulu. Pendapat ini merupakan pendapat dari Ar-Rafi’I yang merupakan salah satu ulama yang bermadzhab Syafi’i.
Pendapat ini diungkpkan dalam buku yang berjudul As-Syarhul Kabir. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa tahajud merupakan istilah untuk shalat yang dikerjakan setelah tidur. Karena itu, jika shalat tersebut dikerjakan sebelum tidur, maka shalat tersebut tidak dapat disebut sebagai shalat tahajud.
Dasar dari pendapat ini adalah hadits riwayat katsir bin Abbas dari sahabat al-Hajjaj bin Amr radhiyallahu anhu:
Di antara kalian menyangka ketika melakukan shalat di malam hari sampai shubuh dia merasa telah tahajud. Tahajud adalah shalat yang dikerjakan setelah tidur, kemudian shala setelah tidur. Itulah shalatnya Rasulullah SAW
Ibnu Hajar dalam Talhis al-Habir mengatakan bahwa hadits tersebut memiliki sanad yang hasan. Dalam hadits ini sanadnya ada perawi yang bernama Abu Shaleh yang merupakan juru tulis Imam Al-Laits dan Abu Shaleh ada kelemahan. Selain itu, hadits ini juga diriwayatkan oleh At-Thabrani, dengan sanad dari Ibnu Lahai’ah dan riwayat kedua ini dikuatkan dengan riwayat sebelumnya.
Tahajud Tidak Harus Tidur Dulu
Sebagian ulama juga ada yang berpendapat bawa shalat tahajud tidak harus tidur dulu. Jadi, semua shalat yang dikerjakan setelah shalat isya bisa disebut sebagai shalat tahajud meskipun sebelumnya orang yang shalat tersebut belum tidur.
Pendapat ini mengambil dasar dari sabda Nabi SAW, yaitu:
Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambung silaturrahmi, dan kerjakan shalat malam ketika manusia sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat
(HR Ahmad, Ibn Majah, dan dishahihkan oleh Syuaib al-Arnauth)
Jika merujuk kepada kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah, Abu Bakr ibnul ‘Arabi mengatakan bahwa ada tiga pendapat mengenai tahajud. Yaitu tidur kemudian shalat lalu tidur lagi dan shalat lagi. Yang kedua adalah shalat setelah tidur. Dan yang ketiga adalah shalat setelah isya. Dalam hal ini, yang paling kuat adalah pendapat yang kedua.
Akan tetapi, jika dikhawatirkan tidak bisa bangun lagi jika sudah tertidur, tidak ada salahnya juga untuk melakukan shalat sebelum tidur. Karena meskipun sebagian besar ulama tidak menganggapnya sebagai tahajud, hal tersebut masih terhitung sebagai ibadah yang pahalanya besar.