Bulan puasa atau bulan Ramadhan adalah salah satu bulan istimewa dalam satu tahun. Pada bulan ini, seorang muslim diwajibkan untuk menjalankan puasa selama satu bulan penuh. Bersamaan dengan hal tersebut, banyak orang yang berlomba – lomba untuk meningkatkan ibadah. Baik ibadah wajib maupun Sunnah.
Akan tetapi, memasuki pertengahan bulan biasanya semakin sedikit orang yang tetap semangat beribadah. Bahkan ada orang yang hanya berpuasa saja tanpa melakukan shalat wajib. Lalu, bagaimana hukumnya?
Termasuk Rukun Islam
Perlu diingat dan disadari bahwa baik shalat maupun puasa merupakan bagian dari rukun islam. Shalat merupakan rukun islam yang kedua setelah syahadat. Sedangkan puasa merupakan rukun islam yang ketiga. Selanjutnya, zakat dan berhaji jika mampu menjadi rukun islam keempat dan kelima.
Karena merupakan bagian dari rukun islam, maka menjalani kelimanya tanpa kecuali adalah hal yang wajib dan menjadi syarat seseorang dikatakan berislam. Beberapa ulama mengatakan bahwa meninggalkan salah satunya bisa membuat seseorang cukup dikatakan kafir.
Shalat Sebagai Tiang Agama
Shalat seringkali disebut sebagai tiang agama. Artinya, saat seseorang meninggalkan shalat maka orang tersebut berada dekat sekali dengan kekafiran. Hal ini karena ibadah shalat merupakan ibadah yang membuat seorang muslim menjadi berbeda dengan orang kafir.
Saat seseorang tidak menjalankan shalat, maka hal tersebut bisa disebut sebagai bentuk kekafiran. Kafir dalam konteks ini bukan berarti langsung dianggap keluar dari Islam, namun dianggap sebagai sebuah dosa besar.
Apakah Puasanya Sah?
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka banyak ulama yang menganggap bahwa saat seseorang melakukan puasa tanpa mengerjakan shalat, maka puasa yang dilakukannya dianggap tidak sah. Karena orang tersebut dianggap sebagai kafir, dan ibadah dari orang kafir tidak diterima.
Namun, ada juga yang menganggap bahwa orang tersebut masih islam selama ia membenarkan Allah dan rasul-Nya, serta ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi, orang seperti ini disebut sebagai orang yang durhaka kepada Allah.
Ulama yang beranggapan seperti ini mengatakan bahwa ibadah puasa yang dilakukan tetap sah jika dilakukan sesuai dengan syarat sah puasa. Yaitu tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan seks, dan menghindari setiap hal yang bisa menjadi penyebab batalnya shalat.
Akan tetapi, meskipun puasa yang dilakukan tetap dikatakan sah, orang tersebut tetap mendapatkan dosa karena tidak melaksanakan shalat.
Shalat dan Puasa Hanya Saat Ramadhan
Saat seseorang menjalankan shalat dan puasa hanya pada bulan Ramadhan saja, maka hukumnya mengikuti hukum yang telah dijelaskan sebelumnya. Jika setelah bulan Ramadhan orang tersebut kembali lalai terhadap kewajibannya untuk shalat dan puasanya, maka orang tersebut disebut sebagai sejelek – jeleknya kaum.
Akan tetapi, jika orang tersebut menjadikan bulan Ramadhan sebagai titik balik dan permulaan taubatnya, maka Allah mengetahui setiap niat dan usaha yang dilakukan oleh hamba-Nya yang tulus. Oleh karena itu, dalam setiap ibadah sudah sewajarnya jika kita meminta kekuatan kepada Allah agar bisa istiqomah dan konsisten menjalankan ibadah.