Suatu hari, ada sebuah status whatsapp yang menarik. Maknanya lebih kurang begini.
“Saat kamu mager, ingat bahwa bukan untuk itu kamu diciptakan Allah.”
Kalimat ini pun berlaku dalam banyak aspek. Misalkan saja.
“Saat kamu mager mengerjakan skripsi, ingat bahwa dosen menunggumu dan orang tua menanti sarjanamu.”
Mager alias malas gerak, sepertinya memang menjadi masalah bagi banyak orang. Tidak terkecuali bagi seorang Muslim. Kita harusnya bisa mengkritisi kembali, bagaimana mungkin seorang Muslim bisa mengiyakan dirinya untuk mager.
Wajar memang jika rasa malas menghinggapi manusia. Karena kita diciptakan punya hati untuk merasa dan otak untuk berpikir. Bukan seperti robot yang ada tombol on off yang siap bergerak sesuai perintah. Tapi sampai sejauh apa kita bisa mengiyakan rasa malas dalam diri?
Mengingat kenapa kita diciptakan, setidaknya bisa membangkitkan kita untuk bergerak kembali. Tapi pertanyaannya, untuk apa manusia diciptakan?
Atas pertanyaan ini, ada dua visi manusia yang harusnya sudah sama-sama kita ketahui.
Visi pertama, beribadah
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
(QS Adz-dzariat: 56)
Beribadah yang dimaksud di sini tentu bukan hanya sebatas shalat, puasa, dan zakat saja. Karena sesungguhnya keseluruhan hidup kita harusnya adalah ibadah. Dari bangun tidur sampai tidur kembali harusnya bisa bernilai ibadah. Bukankah sudah ada tuntunan yang nabi ajarkan kepada kita? Aturannya seperti apa, doanya apa, hingga larangannya seperti apa.
Saat rasa malas ingin menghampiri, coba tanyakan kembali, apakah rasa malas bernilai ibadah? Tentu bukan.
Visi kedua, menjadi khalifah
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman:
Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui
(QS Al-Baqarah: 30)
Khalifah dalam makna sederhananya adalah pengatur bumi. Sosok yang harusnya menjadi pejuang agama Allah. Atas visi yang begitu mulia ini, bisakah dicapai dengan rasa malas? Lagi-lagi, tentu tidak bisa.
Kita sebagai manusia yang Allah tanamkan iman dalam diri, harusnya bisa mengkritisi kembali visi ini. Karena visi ini bersifat “given” yang tidak kita minta. Pun jika kita menolak, Allah sudah memberikan amanah ini kepada kita. Percayalah, amanah ini tidak akan salah memilih orang. Dan kita, adalah orang yang Allah percaya untuk mengemban amanah itu.
Teruslah melangkah. Jika kelak rasa lelah, istirahatlah sejenak. Tapi tanamkan dalam diri, bahwa istirahat yang abadi nanti di surga.
Mengingat visi adalah cara paling sederhana untuk mengatasi rasa malas.