Sahabat Al-hasanah, harus kamu yakini bahwa kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW tidak perlu diragukan lagi. Beliau merupakan sosok terbaik sebagai suri tauladan dan sangat menginspirasi. Bahkan Rasulullah SAW, bahkan pernah dinobatkan sebagai 100 pemimpin paling berpengaruh di dunia dan menduduki posisi nomor satu.

Teladan yang Rasulullah SAW ajarkan patut untuk kita tiru dan dicontoh dalam segala aspek kehidupan, melalui ditulisan kali ini kita akan mebahas tentang public speaking ala Rasulullah. Mempelajari bagaimana tuntunan dari Rasulullah SAW dalam menerapkan public speaking atau berbicara di depan umum? Sobat Al-Hasanah bisa baca poin-poin berikut ini:

1. Berbicaralah Dengan Jelas dan Mudah Dipahami

“Rasulullah SAW berbicara dengan kata-kata yang jelas dan tegas. Orang yang duduk bersamanya akan dapat menghafal (kata-katanya).”
Diriwayatkan oleh Humaid bin Mas’adah al-Bashriyyi, dari Humaid al-Aswad, dari Usamah bin Zaid, dari Zuhri, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a

“Rasulullah SAW, juga suka mengulang-ulang perkataan yang diucapkannya sebanyak tiga kali, agar dapat dipahami.”
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Yahya, dari Abu Qutaibah – Muslim bin Qutaibah-. dari `Abdullah bin al Mutsani, dari Tsumamah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.

Jadi, mulailah belajar untuk berbicara dengan jelas, lugas dan mudah dipahami, karena didalam public speaking berbicara dengan jelas dan mudah dipahami sangat wajib untuk dapat memberikan pemahaman dan pengertian ke peserta.

2. Menyisipkan Sedikit Unsur Humor

Pernah suatu ketika, Rasulullah SAW didatangi seorang nenek tua, kemudian nenek tua tersebut berkata:
“Doakan aku kepada Allah SWT agar memasukkan aku ke dalam surga.”

Lalu Rasulullah SAW pun kemudian berkata kepada nenek tua itu:
“Wahai Ummu Fulan! Sesungguhnya surga itu tidak untuk dimasuki oleh orang yang sudah tua.”

Mendengar perkataan tersebut si nenek tua pun bersedih menangis, karena ia pikir seorang nenek tua sepertinya tidak akan bisa masuk kedalam surga Allah. Akan tetapi Rasulullah SAW kemudian memberikan pemahaman ke nenek tua tersebut bahwa ketika dia masuk surga, tidak akan masuk surga sebagai orang yang sudah tua, tetapi semua berubah menjadi muda lagi dan berparas cantik.

Rasulullah SAW kemudian membacakan ayat yang berbunyi:

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.”
(QS. Al-Waqi’ah: 35-36).

Jadi, didalam public speaking boleh saja menyisipkan sedikit unsur humoris asalkan masih batas wajar dan tidak untuk menyinggung kepdibadian orang lain atau menghina suatu ras tau agama.

3. Berpenampilan Menarik

Sesungguhnya Allah itu indah dan senang dengan keindahan. Bila seseorang hamba diantara kamu (bermaksud) menemui kawan-kawannya hendaklah dia merapikan dirinya.
(HR Muslim)

“Datanglah seseorang untuk menemui Rasulullah SAW dengan rambut acak-acakan dan jenggot yang semrawut tak teratur. Lantas Rasul pun memberi isyarat kepadaa orang tersebut seolah-olah menyuruhnya untuk merapihkan rambutnya. Lelaki tersebut lalu berpaling untuk memperbaiki rambutnya, lantas sesaat kemudian datang lagi menemui Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW berkata kepada seorang tersebut: ‘Bukankah berpenampilan yang menarik seperti ini lebih baik daripada salah seorang di antaramu menghadap dengan rambut acak-acakan seperti setan?”
(HR. Malik)

Berpenampilan menarik, sopan dan menutup aurat sejatinya bagi seorang muslim adalah suatu hal yang wajib, apalagi dalam public speaking berpenampilan menarik dapat membuat orang- orang menjadi suka dan saling menghormati satu sama lain.

4. Selalu Bersemangat

Dari jabir bin Abdullah meriwayatkan:

“Bahwasanya Rasulullah SAW jikasedang berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suaranya meninggi, dan marahnya memuncak, sehingga seakan-akan beliau adalah panglima perang yang sedang memberi peringatan kepada bala tentaranya“
(HR Muslim)

Dalam public speaking kita harus mempunyai rasa semangat, dan energik agar peserta tidak mengantuk atau bosan dalam presentasi atau pembicaraan yang kita sampaikan.

5. Ringkas Namun Penuh Makna

Rasullullah SAW adalah sosok yang fasih berbicara. Sedikit bicara, lugas dan jelas namun penuh makna, sangat mudah dimengerti, dan tidak mudah menyinggung perasaan orang yang menjadi lawab bicaranya.

“Nabi Saw tidak memanjangkan nasihatnya pada hari Jumat. Beliau hanya memberikan amanah- amanah yang cukup singkat dan ringkas”
(H.R Abu Dawud).

Dalam public speaking jika berbicara terlalu Panjang bahkan keluar dari konteks sangat dapat menyebabkan pemirsa bosan dan mengantuk, maka salah satu cara adalah terus memberikan semangat dan juga memberikan penjelasan yang ringkas, jelas dan penuh makna.

6. Ceria dan Menatap Wajah Lawan Bicara

“Jangan pernah meremehkan sedikitpun (sehingga enggan melakukan) perbuatan ma’ruf, meskipun hanya menjumpai kawan dengan wajah yg ceria”
(HR. Muslim)

Abu Hurairah r.a berkata,

“Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah berbicara dengan seseorang melainkan beliau menghadapkan wajahnya pada wajah lawab bicaranya dan tidak akan berpaling sebelum ia selesai bicara”
(HR. Ath-Thabrani)

Nah sobat Al-hasanah bisa belajar dari teladan Rasulullah dalam public speaking atau berbicara di depan umum. Selain dari sifatnya yang sangat mulia, juga dari perkataan, sikap dan perilakunya juga merupakan hal yang sangat penting di dalam kesuksesan public speaking.

Share This

Share This

Share this post with your friends!