Pembelajaran efektif tak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Pada Sabtu, 18 Juli 2026, sebanyak 90 murid kelas VIII SMP Islam (SMPI) Al Hasanah Kota Bengkulu mengikuti program Study Wisata bertajuk Nature Exploration Learning (NEL).

Mengambil lokasi di kawasan alam Kepahiang dan Curup (Rejang Lebong), program outdoor learning ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung melalui integrasi ilmu pengetahuan, pemupukan karakter, serta peningkatan literasi siswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan edukatif ke BMKG Kepahiang. Di lokasi ini, para siswa mendapatkan wawasan ilmiah secara langsung dari para ahli mengenai cara kerja alat pemantau dan pengukur cuaca, sistem pemantauan gempa bumi dan potensi tsunami, dan pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini.

Melalui sesi interaktif ini, siswa tak hanya memahami teori sains di buku pelajaran, tetapi juga melihat bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Usai menimba ilmu di BMKG Kepahiang, rombongan yang menggunakan 3 armada bus ini melanjutkan perjalanan ke Danau Mas dan Tebing Suban Curup. Di kawasan wisata alam yang asri dan sejuk ini, para peserta didik diajak untuk:

  • Melakukan observasi lingkungan: mengamati keanekaragaman hayati dan lanskap alam sebagai bahan inspirasi karya tulis.
  • Diskusi dan reframing kelompok: melatih komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir kritis.
  • Rekreasi edukatif: menikmati wahana permainan dan suasana alam untuk menyegarkan pikiran (refreshing) setelah rutinitas belajar harian.

Salah satu keunggulan utama dari program NEL SMPI Al-Hasanah ini adalah output berbasis karya. Pengalaman, hasil pengamatan, serta kesan emosional para siswa selama mengeksplorasi BMKG Kepahiang, Danau Mas, dan Tebing Suban diolah menjadi bahan tulisan. Seluruh hasil observasi tersebut dituang ke dalam buku antologi cerita pendek (cerpen) karya siswa-siswi kelas VIII.

“Produk akhir berupa buku kumpulan cerpen menjadi indikator utama keberhasilan kegiatan ini. Ini membuktikan bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) efektif memicu kreativitas dan literasi siswa,” ujar tim panitia SMPI Al Hasanah.

Selain aspek akademik dan literasi, program NEL juga berfokus pada pembentukan karakter peserta didik. Melalui aktivitas lapangan yang menyenangkan, siswa dibiasakan untuk:

  • Disiplin dan mandiri: melakukan ibadah salat jamak secara tertib dan mematuhi rundown acara.
  • Peduli lingkungan: menumbuhkan rasa syukur atas ciptaan Allah Ta’ala dan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam.
  • Keterampilan 4C: mengasah kemampuan critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan NEL tahun 2026 membuktikan bahwa pembelajaran kontekstual di luar kelas mampu memberikan motivasi belajar yang jauh lebih tinggi. SMPI Al Hasanah Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembelajaran inovatif yang tak hanya mencetak generasi cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter Rabbani, berwawasan luas, dan mencintai alam.

Share This

Share This

Share this post with your friends!