SMP Islam (SMPI) Al Hasanah kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi peserta didik melalui kegiatan penulisan antologi cerpen yang bekerja sama dengan salah satu platform literasi nasional. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan menulis dan berkreasi melalui cerita pendek.
Pada tahun ini sebanyak 50 murid turut berpartisipasi dengan menyumbangkan karya cerpen terbaik mereka. Tidak hanya itu, tiga orang guru juga ikut ambil bagian dalam proses kreatif penulisan cerpen. Ketiga guru tersebut adalah Ustadzah Selly Fransiska, S.Pd., Ustadz Riki Chandra, S.Pd., dan Ustadz Sahri Rumli, S.Pd. Keterlibatan para pendidik ini menjadi dorongan semangat tersendiri bagi siswa untuk terus berkarya dan mengekspresikan ide-ide mereka melalui tulisan.
Dari 50 karya yang telah terkumpul, tim kurator dari Nyalanesia telah melakukan penilaian dengan standar kualitas literasi, kemudian menetapkan tiga cerpen terbaik sebagai pemenang, yaitu:
Juara 1: Lerry Shafira Gutama dengan judul cerpen “Cahaya Lilin dan Lukisan Aellyn”
Juara 2: Islamiah Aini dengan judul cerpen “Bahasa Tanpa Kata”
Juara 3: Athaya Cescka Ghaisani dengan judul cerpen “Berusaha Setengah Mati”
Kegiatan penulisan antologi cerpen ini bukan sekadar ajang kompetisi bagi siswa, melainkan juga menjadi ruang aktualisasi diri sekaligus sarana pembentukan karakter. Melalui proses menulis, mereka diajak untuk mengembangkan empati, kreativitas, sekaligus keterampilan komunikasi yang efektif. Hal ini sejalan dengan visi misi SMP Islam Al Hasanah untuk membentuk generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berbudaya.
Kepala SMPI Al Hasanah, Zulfikar, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi seluruh murid, guru pembimbing, dan tim pendukung literasi.
“Semoga karya-karya yang ditulis oleh anak-anak ini dapat memotivasi mereka untuk terus berkarya. Kami di SMP Islam Al Hasanah akan terus memberikan ruang dan dukungan agar minat dan bakat literasi siswa berkembang. Harapan kami, tulisan-tulisan mereka tidak hanya berhenti di atas kertas coretan, tetapi dapat diterbitkan dan menjadi inspirasi bagi banyak orang,” ujarnya.
Program penulisan cerpen SMPI Al Hasanah juga menjadi bagian dari strategi sekolah dalam mengintegrasikan literasi ke dalam kegiatan belajar mengajar, serta membangun jiwa kreatif dan berjiwa sosial. Tahun 2025 merupakan tahun ketiga penerbitan antologi cerpen SMPI Al Hasanah.
Dengan dukungan penuh dari guru, murid, dan kerja sama platform literasi nasional, sekolah optimis mampu menjadi pusat pengembangan bakat penulis muda di Kota Bengkulu. Berikut daftar antologi cerpen yang telah diterbitkan oleh SMPI Al Hasanah:
- Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
- Secarik Kertas
Dengan semangat yang terus menyala, SMPI Al Hasanah sebagai sekolah unggulan di Bengkulu berkomitmen menjadi wadah tumbuhnya generasi penulis muda yang tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga memberi makna positif bagi lingkungan sekitar dan bangsa secara umum.





