Coba sebutkan puasa sunnah apa saja yang kamu ketahui?
Sebagian dari kita mungkin akan menjawab dengan: puasa senin kamis, puasa arafah (9 dzulhijjah) dan puasa asyura (10 Muharam). Tapi bagaimana dengan puasa ayyamul bidh? Sudah tahukah dengan puasa sunnah ini?
Puasa ayyamul bidh diambil dari makna dua kata yang ada di dalamnya. Ayyam adalah bentuk jamak dari al-yaum yang artinya hari. Sedangkan bidh adalah putih. Maka jika digabungkan dua kata ini maknaya adalah hari putih. Kapan itu hari putih? Maknanya di sini adalah saat bulan memancarkan sinar terangnya, yaitu di bulan purnama. Kapan itu bulan purnama? Setiap 3 hari di setiap bulannya. Tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriah.
Apa dalilnya?
Hai Abu Dzar, “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).
(HR Tirmidzi dan an Nasai)
Rasulullah memerintahkan melalui perantara Abu Dzar. Maka cukup bagi kita untuk tergerak melakukannya.
Dalam dalil lainnya, Rasulullah berpesan melalui perantara Abu Hurairah.
Kekasihku (yaitu Rasulullah SAW) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1). Berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2) Mengerjakan shalat Dhuha, 3). Mengerjakan shalat witir sebelum tidur.
(HR. Bukhari no. 1178)
Berpuasa 3 hari di setiap bulannya termasuk nasihat yang Rasulullah sampaikan agar kita tidak meninggalkannya hingga mati.
Pada dasarnya, puasa saja sudah istimewa. Selain dari alasan medis yang salah satunya adalah mampu meningkatkan kesehatan, dari penilaian Allah jauh lebih istimewa. Karena atas amalan puasa ini, Allah yang langsung membalasnya tanpa perhitungan.
Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada bau minyak kasturi.
(HR. Muslim)
Selain itu, puasa juga mendapatkan tempat yang istimewa. Salah satu jalur tol untuk menuju surga.
Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya.
(HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152)
Puasa saja sudah istimewa. Maka dengan mengamalkan puasa ayyamul bidh setiap 3 hari dalam setiap bulannya, semoga amalan tersebut mampu mengantarkan kita menuju surga.
